Daerah

Konektivitas Desa Diperkuat, 65 Jembatan Bojonegoro Dibangun

amunisinews001
9730
×

Konektivitas Desa Diperkuat, 65 Jembatan Bojonegoro Dibangun

Sebarkan artikel ini
img 20260724 wa0047

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung pemerataan konektivitas antarwilayah.

Pada tahun 2026, melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BMPR), Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp36,3 miliar untuk penanganan 65 paket pekerjaan jembatan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses transportasi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah pelosok. Saat ini seluruh pekerjaan telah memasuki tahap konstruksi.

Kepala Dinas PU BMPR Kabupaten Bojonegoro, Ivan Chusaifi, menjelaskan bahwa penanganan jembatan tahun ini terbagi dalam tiga kategori utama, yakni pelebaran jembatan, penggantian jembatan, dan rehabilitasi jembatan.

“Seluruh paket pekerjaan saat ini sudah masuk proses konstruksi,” ujar Ivan, Kamis (23/7/2026).

Porsi terbesar dialokasikan untuk program pelebaran jembatan yang mencakup 35 paket pekerjaan dengan total anggaran mencapai Rp11,53 miliar.

Pekerjaan tersebut tersebar di 15 kecamatan, yakni Bojonegoro, Temayang, Dander, Baureno, Balen, Tambakrejo, Trucuk, Sekar, Ngraho, Ngasem, Kapas, Kedewan, Sugihwaras, Margomulyo dan Kanor.

Pelebaran dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jembatan agar mampu mengakomodasi volume kendaraan yang terus meningkat.

Selain itu, proyek ini juga bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

15 Jembatan Diganti dengan Anggaran Rp20,52 Miliar
Selain pelebaran, Pemkab Bojonegoro juga mengalokasikan anggaran terbesar pada program penggantian jembatan, yakni sebesar Rp20,52 miliar untuk 15 paket pekerjaan.

Program ini menyasar sejumlah kecamatan seperti Balen, Dander, Kapas, Kedungadem, Kepohbaru, Kasiman, Malo, Ngraho, Purwosari dan Sugihwaras.

Penggantian jembatan dilakukan pada infrastruktur yang dinilai sudah tidak layak akibat usia konstruksi yang tua, kerusakan berat, maupun risiko keselamatan yang tinggi.

Dengan pembangunan jembatan baru, diharapkan keamanan pengguna jalan semakin terjamin dan daya dukung infrastruktur meningkat.

Rehabilitasi 15 Jembatan untuk Tingkatkan Keamanan
Sementara itu, sebanyak 15 paket rehabilitasi jembatan juga disiapkan dengan anggaran mencapai Rp4,24 miliar.

Pekerjaan rehabilitasi berlangsung di Kecamatan Baureno, Balen, Dander, Kapas, Kalitidu, Kedewan, Margomulyo, Ngasem, Temayang dan Tambakrejo.

Langkah rehabilitasi dilakukan untuk memperbaiki kerusakan ringan hingga sedang pada struktur jembatan agar kembali berfungsi optimal.

Selain itu, kapasitas beban jembatan juga ditingkatkan sehingga mampu menyesuaikan kebutuhan lalu lintas saat ini tanpa harus membangun ulang secara keseluruhan.

Pembangunan dan peningkatan kualitas jembatan tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, tetapi juga memberikan efek berganda bagi masyarakat.

Infrastruktur yang lebih baik akan mempercepat distribusi barang, menekan biaya logistik, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memudahkan akses warga menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Dengan total 65 paket pekerjaan yang sedang berjalan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, konektivitas antarwilayah semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata hingga ke desa-desa terpencil.

Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, efisien dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan daerah di masa mendatang. (Yin)