Daerah

Trans Jatim Koridor VII, Nafas Baru Transportasi Publik Lamongan

orbitnasional333
891
×

Trans Jatim Koridor VII, Nafas Baru Transportasi Publik Lamongan

Sebarkan artikel ini
Img 20251009 wa0013

LAMONGAN – Setelah bertahun-tahun berjalan tanpa denyut transportasi umum yang layak, Kota Soto kini seperti mendapat suntikan energi baru, Kamis (9/10/2025)

‎Tepat pada 7 Oktober 2025, layanan Bus Trans Jatim Koridor VII resmi mengaspal, menjadi babak baru bagi wajah mobilitas publik Lamongan yang sebelumnya tertidur panjang.

‎Dilengkapi dengan fasilitas modern seperti pendingin udara (AC), armada ini hadir tidak hanya sebagai alat transportasi.

‎tetapi juga sebagai simbol harapan harapan akan kota yang lebih tertib, ramah lingkungan, dan inklusif bagi semua kalangan dari pelajar hingga pekerja.

Rute yang ditempuh Trans Jatim Koridor VII bukanlah sekadar jalur antar terminal. Bus ini melintasi titik-titik vital dalam kota, mulai dari Terminal Lamongan, Jalan Basuki Rahmad (jantung ekonomi kota), hingga ke Jalan Mastrip dan Plembon Sukodadi.

‎Sementara pada perjalanan pulang, jalur berbeda dilalui: Ahmad Dahlan – Sunan Drajat – Sumargo – Veteran, lalu kembali ke terminal awal.

‎Rute ini tidak hanya memperlancar arus manusia, tetapi juga membuka akses mudah ke berbagai fasilitas pendidikan ternama seperti UNISDA, SMAN 1, SMKN 2, MAN 1, SMPN 2 Lamongan, serta kampus Unisla.

‎Ini menjadikan bus Trans Jatim sebagai sahabat baru bagi para pelajar dan mahasiswa yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi atau harus diantar jemput.

‎”Trans Jatim Koridor VII menjadi wajah baru transportasi publik Lamongan. Kami ingin masyarakat mudah mengakses bus tanpa harus ke terminal,”
‎ujar Nyono, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur.

‎Bus ini beroperasi setiap hari dari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB, dengan interval keberangkatan setiap 15–20 menit pada jam normal dan 10–15 menit saat jam sibuk pagi dan sore.

‎Warga tak perlu khawatir soal biaya. Tarif Trans Jatim tetap terjangkau dan ramah pelajar, sejalan dengan misi pemerintah untuk menyediakan transportasi publik yang inklusif.

‎Hadirnya Trans Jatim Koridor VII tak hanya menambah pilihan transportasi, tapi juga menghidupkan kembali denyut kota.

‎Jalanan kini tak hanya dipenuhi kendaraan pribadi, tetapi juga dihiasi bus-bus biru yang membawa semangat baru.

‎Bagi Lamongan, ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah kebangkitan. Sebuah langkah maju menuju kota yang lebih manusiawi, lebih hijau, dan lebih terhubung. (ded)