Nasional

Kereta Bandara Bali Masuk Agenda Prabowo, Ini Rute yang Disiapkan

×

Kereta Bandara Bali Masuk Agenda Prabowo, Ini Rute yang Disiapkan

Sebarkan artikel ini

BALI – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengembangkan layanan kereta api di Bali.

Rencana ambisius tersebut diarahkan untuk menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata favorit, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu.

Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menghadirkan pilihan transportasi baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat konektivitas menuju berbagai destinasi unggulan Pulau Dewata.

Arahan Presiden tersebut disampaikan setelah Prabowo menggelar pertemuan dengan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik, termasuk pembangunan layanan kereta api di Bali.

“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali,” ujar Teddy.

Salah satu rencana yang menjadi perhatian adalah pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan bandara dengan pusat-pusat aktivitas pariwisata di Bali.

Menurut Teddy, pengembangan jalur pada tahap awal direncanakan menjangkau sejumlah kawasan wisata yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara,” tutur Teddy.

Rencana tersebut membuka peluang bagi wisatawan untuk memiliki alternatif perjalanan dari bandara menuju kawasan wisata tanpa hanya mengandalkan transportasi jalan raya.

Kuta, Legian, Seminyak, dan Canggu merupakan kawasan yang memiliki aktivitas pariwisata tinggi.

Konektivitas transportasi menuju wilayah tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas wisatawan.

Selain kawasan selatan Bali, rencana pengembangan jalur juga diarahkan menjangkau kawasan di wilayah utara.

Meski demikian, pemerintah belum membeberkan secara rinci panjang lintasan, lokasi stasiun, nilai investasi, skema pendanaan, maupun jadwal pembangunan proyek tersebut.

Tidak hanya mengarahkan pengembangan transportasi di Bali, Prabowo juga memberikan perhatian terhadap revitalisasi Stasiun Gambir di Jakarta.

Stasiun yang telah beroperasi sejak era 1970-an tersebut masuk dalam agenda pembenahan karena dinilai membutuhkan pengembangan fasilitas dan penataan kawasan.

Ke depan, Stasiun Gambir diharapkan tidak hanya menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang kereta api.

Pemerintah menginginkan kawasan tersebut berkembang menjadi pusat stasiun nasional yang dilengkapi fasilitas hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga.

Pengembangan ini diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang lebih modern sekaligus meningkatkan fungsi Stasiun Gambir sebagai salah satu simpul transportasi penting di Ibu Kota.

Agenda pembenahan fasilitas publik juga menyasar kawasan Monumen Nasional (Monas).

Prabowo menginginkan revitalisasi kawasan ikonik Jakarta tersebut agar semakin nyaman, tertata dan indah tanpa menghilangkan nilai sejarah maupun fungsi edukasinya.

Bahkan, pemerintah turut merencanakan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monas.

Museum berskala besar tersebut diharapkan menjadi pusat pembelajaran sejarah, pendidikan, hiburan, sekaligus rekreasi bagi masyarakat.

Kehadirannya juga diarahkan untuk memberikan ruang edukasi yang lebih menarik bagi pelajar dan generasi muda agar semakin mengenal sejarah serta perjalanan bangsa Indonesia.

Teddy menjelaskan, berbagai arahan tersebut merupakan bagian dari upaya Presiden menghadirkan infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih baik serta memiliki nilai kebanggaan nasional.

Rencana pembangunan kereta api di Bali hingga revitalisasi Gambir dan Monas menjadi bagian dari agenda pengembangan infrastruktur yang mendapat perhatian pemerintah.

Khusus untuk Bali, konektivitas antara bandara dan kawasan wisata berpotensi menjadi perubahan penting bagi sistem transportasi pariwisata Pulau Dewata.

Namun, rencana tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai tahapan pelaksanaan, kajian teknis, kebutuhan anggaran, hingga target waktu pengerjaan.

Masyarakat kini menantikan tindak lanjut arahan Presiden tersebut, terutama mengenai kepastian realisasi kereta bandara yang direncanakan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata populer di Bali. (Wy)