BOJONEGORO – Kabar miring kembali menerpa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brangkal 3, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.
Bukannya menghadirkan kesehatan lewat gizi, dapur penyedia makanan di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro ini justru diduga menjadi biang kerok pencemaran lingkungan.
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aktivitas pembuangan sampah yang diduga mengalir langsung ke sungai di depan kawasan Semilir.
Langkah “jalan pintas” ini pun memicu kemarahan warga bantaran sungai yang mulai terganggu oleh aroma busuk yang menusuk hidung.
Ini bukan kali pertama SPPG Brangkal 3 menjadi buah bibir netizen. Sebelumnya, unit ini sempat disorot habis-habisan terkait kualitas menu makanannya yang viral di medsos Bojonegoro.
Kini, isu pembuangan limbah dapur ke aliran sungai seolah menjadi “bumbu penyedap” baru dalam rentetan kontroversi operasional mereka.
Warga yang meminta tak disebutkan namanya mengeluhkan kondisi air sungai yang kian memprihatinkan.
“Baunya sangat menyengat dan mengganggu aktivitas. Kalau benar sampah dapur dibuang ke sungai, ini jelas keterlaluan dan merugikan kami yang tinggal di sini,” ungkapnya.
Aksi buang sampah ke sungai bukan sekedar masalah etika, melainkan pelanggaran hukum serius.
Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, tindakan dumping limbah tanpa izin bisa berujung pada dinginnya jeruji besi.
Pasal 104 undang-undang tersebut mengancam pelaku dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda fantastis hingga Rp3 miliar.
Masyarakat kini mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan sidak ke lokasi.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola SPPG Brangkal 3 maupun instansi terkait di Pemkab Bojonegoro masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi.
Masyarakat berharap ada tindakan transparan dan tegas. Jangan sampai program pemenuhan gizi di Bojonegoro justru mengorbankan hak warga atas lingkungan yang bersih dan sehat.
Sungai adalah urat nadi kehidupan, bukan tempat pembuangan limbah dapur. (Yin)






