LAMONGAN – Di sebuah kampung tenang di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, malam berubah menjadi kisah getir bagi warganya, Jum’at (19/12/2025)
Di balik gelapnya jalan desa yang sepi, sebuah tindakan yang tak terduga mengoyak rasa percaya.
Seorang warga lokal yang justru seharusnya menjaga keamanan lingkungan memilih untuk membuka akses jalan, memberikan ruang bagi kawanan pencuri motor memasuki wilayah itu dengan bebas.
Bukannya melindungi tetangganya, tindakan itu justru menjadi pembuka gerbang bagi pelaku kriminal untuk beraksi.
Aksi curanmor (pencurian kendaraan bermotor) memang bukan fenomena baru di Lamongan; belakangan ini berbagai kejadian serupa terus mengusik rasa aman masyarakat.
dari motor yang hilang dalam hitungan menit hingga laporan warga yang menggelitik keprihatinan publik.
Peristiwa ini menggugah banyak pihak untuk kembali menyorot pentingnya kebersamaan, kehati-hatian, dan solidaritas antarwarga dalam menjaga lingkungan.
Sejatinya, keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga cermin dari hati setiap warga yang memegang teguh nilai saling percaya dan melindungi.(Ded)
Jalan Pengkhianat Di Balik Malam Sunyi Didesa Gempolpendowo Glagah






