Daerah

UNESCO Datang ke Bojonegoro, Mimpi Geopark Kelas Dunia Kian Dekat

amunisinews001
9765
×

UNESCO Datang ke Bojonegoro, Mimpi Geopark Kelas Dunia Kian Dekat

Sebarkan artikel ini
img 20260728 wa0039

BOJONEGORO – Harapan Kabupaten Bojonegoro untuk menyandang predikat UNESCO Global Geopark (UGGp) memasuki babak krusial.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi menerima kunjungan tim asesor UNESCO yang akan melakukan validasi lapangan sebagai bagian dari proses penilaian menuju pengakuan geopark kelas dunia.

Penyambutan berlangsung di Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada Senin (27/7/2026).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, sekaligus menjadi awal rangkaian penilaian yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026.

Selama lima hari, tim asesor UNESCO akan mengunjungi sejumlah geosite dan berbagai lokasi pendukung di Bojonegoro.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penerapan konsep geopark telah berjalan sesuai standar internasional, mulai dari aspek konservasi hingga pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat membangun dan mengembangkan Geopark Bojonegoro.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim penilai UNESCO yang hadir langsung melakukan proses validasi.

Menurutnya, Bojonegoro memiliki kekayaan geologi yang sangat istimewa dan sulit ditemukan di wilayah lain.

“Wilayah Bojonegoro pada masa lampau merupakan kawasan laut purba dengan struktur geologi yang sangat unik. Letaknya yang berada di kawasan Pegunungan Kendeng menjadikan potensi geologi daerah ini memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Kami berharap proses validasi ini membawa Bojonegoro menjadi bagian dari geopark terbaik dunia,” ujar Setyo Wahono.

Salah satu kekuatan utama yang diusung Bojonegoro adalah tema “The Unique Petroleum System on Land” atau Sistem Minyak Bumi Unik di Daratan.

Tema tersebut dipilih karena mencerminkan sejarah panjang terbentuknya cadangan minyak bumi yang menjadi identitas sekaligus kekayaan geologi daerah.

Pemerintah daerah berharap tim asesor dapat melihat secara langsung keterkaitan antara warisan geologi, sejarah pembentukan minyak bumi, keanekaragaman hayati, hingga budaya masyarakat yang tumbuh dan berkembang di kawasan tersebut.

Namun, penilaian UNESCO tidak hanya berfokus pada keberadaan situs geologi.

Tim asesor juga akan mengevaluasi berbagai aspek lain yang menjadi syarat utama UNESCO Global Geopark, seperti tata kelola kawasan, upaya konservasi lingkungan, program pendidikan, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Konsep Geopark Bojonegoro sendiri dibangun dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan tiga pilar utama, yakni geodiversity, biodiversity dan cultural diversity.

Ketiga unsur tersebut dikembangkan secara beriringan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Selain menjaga warisan bumi yang memiliki nilai ilmiah tinggi, kawasan geopark juga diarahkan menjadi pusat edukasi, penelitian, pengembangan geowisata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Apabila berhasil memperoleh status UNESCO Global Geopark, Bojonegoro diyakini akan memperoleh banyak manfaat strategis.

Pengakuan internasional tersebut bukan hanya meningkatkan citra daerah di tingkat global, tetapi juga diproyeksikan mampu mendongkrak sektor pariwisata, menarik investasi, memperluas peluang penelitian, hingga memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi alam dan budaya.

Momentum kedatangan tim asesor UNESCO ini juga menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan geopark.

Kini seluruh perhatian tertuju pada hasil validasi yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis seluruh persiapan yang telah dilakukan mampu membawa Geopark Bojonegoro meraih status UNESCO Global Geopark, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai kawasan warisan bumi yang diakui dunia. (Pro/yin)