TNI/POLRI

Dari Reyot ke Layak, Kisah Sriono Dibantu TNI Lamongan Jadi Sorotan

amunisinews001
7844
×

Dari Reyot ke Layak, Kisah Sriono Dibantu TNI Lamongan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260506 WA0033

LAMONGAN – Suasana Desa Babatagung, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan mendadak ramai pada Selasa (5/5/2026).

Bunyi palu dan aktivitas gotong royong memecah keheningan, menandai dimulainya aksi bedah rumah bagi warga kurang mampu.

Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kali ini menyasar kediaman Sriono (63), warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak.

Dinding retak, atap bocor, serta material kayu yang lapuk menjadi pemandangan sehari-hari.

Keterbatasan ekonomi membuat Sriono tak mampu melakukan perbaikan.

Ia hanya bisa bertahan di tengah kondisi rumah yang kian memprihatinkan, namun harapan itu akhirnya datang.

Dipimpin langsung Danramil 0812/02 Deket, Kapten Inf Sukri, jajaran TNI bersama warga turun tangan memperbaiki rumah tersebut.

Babinsa, perangkat desa, hingga masyarakat sekitar bahu-membahu dalam suasana penuh kebersamaan.

Ada yang membongkar bagian rumah yang rusak, ada yang mengaduk semen, hingga mengangkat material bangunan.

Semangat gotong royong terasa kuat, menyatukan semua pihak dalam satu tujuan: menghadirkan hunian yang aman dan layak.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya yang membutuhkan, bisa tinggal dengan aman dan nyaman,” ujar Kapten Inf Sukri di sela kegiatan.

Dia menegaskan, program RTLH bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari hal paling mendasar tempat tinggal.

Bagi Sriono, bantuan ini menjadi anugerah yang tak terduga. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukurnya.

“Saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Danramil, Babinsa, dan semua warga. Bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ucapnya haru.

Kegiatan ini juga membangkitkan kembali nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Kehadiran TNI menjadi pemicu solidaritas warga untuk saling membantu.

Aksi bedah rumah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata.

Dari rumah yang nyaris roboh, kini perlahan berdiri harapan baru yang lebih kokoh.

Diharapkan, proses pembangunan dapat segera rampung sehingga Sriono bisa menikmati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman di usia senjanya. (ded)