BOJONEGORO – Dalam rangka memperingati Hari Asma Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya dalam pengendalian penyakit asma.
Edukasi ini dikemas melalui talkshow interaktif bertema “Sesak Bisa Dikontrol, Hidup Tetap Normal” yang digelar RSUD Sosodoro Djatikusumo bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro.
Acara yang disiarkan melalui program SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro di Radio Malowopati FM, Rabu (6/5/2026), menghadirkan dokter spesialis paru, dr. Rizki Diah Anggraeni, Sp.P. Talkshow ini dipandu host Lia Yunita dengan suasana santai namun sarat informasi penting bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, dr. Rizki menegaskan bahwa asma bukanlah penyakit yang harus ditakuti berlebihan.
Dengan penanganan yang tepat, penderita tetap dapat menjalani hidup secara normal dan produktif.
Ia menjelaskan, asma dipicu oleh berbagai faktor, baik alergi seperti udara dingin dan debu, maupun non alergi seperti gaya hidup tidak sehat dan obesitas.
Faktor genetik juga turut memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit ini.
Menariknya, dr. Rizki juga mengungkap keterkaitan antara asma dan gangguan lambung.
Asam lambung yang naik dapat memperburuk kondisi pernapasan karena adanya hubungan jalur antara keduanya.
“Beberapa kasus asma bisa dipicu oleh asam lambung, karena saluran tubuh saling berhubungan,” jelasnya.
Tak hanya itu, dia menyebutkan bahwa asma yang muncul sejak masa kanak-kanak berpeluang membaik bahkan hilang seiring pertumbuhan dan meningkatnya sistem imun.
Namun, ada pula kasus asma yang justru baru muncul saat dewasa akibat pola hidup yang kurang sehat.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Rizki juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebiasaan mendengkur saat tidur.
Pasalnya, ngorok yang disertai batuk bisa menjadi indikasi gangguan serius seperti sleep apnea atau henti napas saat tidur.
Menutup sesi, dirinya berpesan agar penderita asma tidak membatasi diri.
Dengan pengelolaan yang baik, mereka tetap bisa aktif, produktif, dan menjalani kehidupan secara optimal.
Melalui edukasi ini, Pemkab Bojonegoro berharap kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan pengendalian asma semakin meningkat, sehingga kualitas hidup penderita dapat terus terjaga dan membaik. (yin)






