Infotaiment

Hebat, Siswa SMP Bojonegoro Temukan Potensi Anti Kanker dari Bonggol Pisang

amunisinews001
8735
×

Hebat, Siswa SMP Bojonegoro Temukan Potensi Anti Kanker dari Bonggol Pisang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260506 WA0009

BOJONEGORO – Inovasi luar biasa datang dari pelajar Kabupaten Bojonegoro, dua siswa SMP Negeri 1 Purwosari, Alvin Putra Pratama dan M. Ridwan Firdaus, berhasil menciptakan penelitian ilmiah berjudul “The Invisible Killer: Bio Skrining Sitotoksisitas Musa paradisiaca sebagai Kandidat Agen Kemopreventif Alami”.

Penelitian ini menjadi terobosan unik dengan memanfaatkan limbah bonggol pisang yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi bahan berpotensi sebagai pencegah perkembangan sel kanker.

Tingginya angka penderita kanker serta mahalnya biaya pengobatan modern menjadi latar belakang lahirnya riset ini.

Alvin dan Ridwan mencoba menghadirkan solusi berbasis potensi lokal yang mudah dijangkau masyarakat.

Alih-alih dibiarkan membusuk, bonggol pisang diolah menjadi bahan alami yang berpotensi sebagai agen kemopreventif.

Tak berhenti pada konsep, penelitian ini juga diuji secara ilmiah.

Bonggol pisang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol untuk menarik senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan potensi menghambat pertumbuhan sel abnormal.

Untuk menguji efektivitasnya, digunakan metode Brine Shrimp Lethality Test dengan larva Artemia salina sebagai indikator.

Uji ini bertujuan melihat tingkat toksisitas ekstrak berdasarkan nilai LC50.

Semakin kecil nilai LC50, semakin besar potensi ekstrak tersebut sebagai kandidat agen anti kanker.

Selain uji sitotoksisitas, penelitian ini juga mengukur aktivitas antioksidan menggunakan metode berbasis larutan iodin.

Hasilnya menunjukkan kemampuan ekstrak dalam menangkal radikal bebas faktor utama pemicu kerusakan sel dan kanker.

Inovasi bertajuk “The Invisible Killer” ini tak hanya menyasar bidang kesehatan, tetapi juga lingkungan.

Pemanfaatan bonggol pisang menjadi bentuk upcycling limbah organik menjadi produk bernilai guna.

Artinya, riset ini menghadirkan dua solusi sekaligus alternatif kesehatan alami dan pengurangan limbah pertanian.

Penelitian yang berlangsung sejak April hingga Agustus 2026 ini dilakukan di laboratorium sekolah dengan pendampingan guru serta dukungan dari berbagai instansi, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, BRIDA Bojonegoro, Dinas Kesehatan Bojonegoro, serta pihak Kecamatan Purwosari.

Dukungan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong inovasi generasi muda.

Melalui penelitian ini, Alvin dan Ridwan berharap bonggol pisang yang selama ini “tak terlihat” dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan alternatif pencegahan penyakit yang lebih terjangkau.

Lebih jauh, inovasi ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan obat berbasis bahan alam Indonesia di masa depan.

Karya ini sekaligus menegaskan bahwa pelajar Bojonegoro mampu bersaing dengan menghadirkan inovasi kreatif, solutif, dan berdampak luas bagi kesehatan dan lingkungan. (yin)