Daerah

Warga Kedunglele Tondomulo Bojonegoro Lestarikan Sedekah Bumi, Dari Doa hingga Tayuban Semalam Suntuk

amunisinews001
6797
×

Warga Kedunglele Tondomulo Bojonegoro Lestarikan Sedekah Bumi, Dari Doa hingga Tayuban Semalam Suntuk

Sebarkan artikel ini
IMG 20260514 WA0029

BOJONEGORO – Tradisi budaya Sedekah Bumi terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat Dusun Kedunglele, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya dan kebersamaan itu kembali digelar di Punden Sendang Mbok Sri pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tondomulo beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga Dusun Kedunglele.

Suasana kebersamaan dan gotong royong tampak begitu kuat sejak awal acara berlangsung.

Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama dan kenduri di kawasan Punden Sendang Mbok Sri.

Warga mengikuti rangkaian acara dengan khidmat sebagai bentuk rasa syukur atas berkah dan hasil bumi yang melimpah.

Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa dan kenduri kedua yang digelar di kediaman Kepala Dusun Kedunglele, Edi Yanto.

Tradisi ini menjadi momen penting bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga adat budaya warisan leluhur.

Sedekah Bumi di Dusun Kedunglele memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lain.

Dalam setiap pelaksanaannya, panitia selalu menghadirkan hiburan Langen Tayub atau Karawitan Margo Laras dari Kecamatan Bluluk, Lamongan.

Menurut cerita turun-temurun yang dipercaya masyarakat setempat, pertunjukan Tayub seolah menjadi bagian wajib dalam tradisi tersebut.

Warga meyakini apabila Tayub tidak digelar, maka akan muncul berbagai kejadian ganjil di dusun mereka.

Kepala Desa Tondomulo, Yanto, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terus menjaga budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Dusun Kedunglele yang terus berpartisipasi dalam kegiatan Sedekah Bumi dan melestarikan budaya peninggalan leluhur,” ujarnya.

Ia menilai, menjaga kearifan lokal merupakan bagian penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat desa.

Menurutnya, tradisi seperti Sedekah Bumi harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Sementara itu, Kepala Dusun Kedunglele, Edi Yanto, juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar berkat kekompakan warga.

“Tradisi Sedekah Bumi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi dan rezeki yang diberikan kepada masyarakat. Kami berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan dan dikemas lebih baik lagi di tahun mendatang,” ungkapnya.

Bagi warga Dusun Kedunglele, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Sedekah Bumi bukan hanya agenda tahunan.

Tradisi ini telah menjadi simbol persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. (yin)