TNI/POLRI

Irigasi Sekaran Lamongan Dinormalisasi, TNI dan Petani Turun Tangan Bersama

amunisinews001
8739
×

Irigasi Sekaran Lamongan Dinormalisasi, TNI dan Petani Turun Tangan Bersama

Sebarkan artikel ini
IMG 20260507 WA0025

LAMONGAN – Aliran air irigasi di wilayah Rawa Sekaran dan Rawa Manyar akhirnya kembali lancar setelah dilakukan pembongkaran tanggul tambak liar yang selama ini menghambat distribusi air ke area persawahan petani.

Kegiatan normalisasi saluran irigasi tersebut digelar di jalur utara Desa Jugo hingga kawasan Rawa Sekaran, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Kamis (7/5/2026).

Dalam kegiatan itu, Babinsa Koramil 0812/16 Sekaran, Serka Nursalim, turun langsung mendampingi kerja bakti bersama puluhan warga, kelompok tani, serta berbagai instansi terkait.

Sebanyak 80 orang terlibat dalam aksi gotong royong tersebut. Mereka berasal dari gabungan kelompok tani (Poktan) dan HIPPA tujuh desa, yakni Desa Kebalankulon, Ngarum, Jugo, Manyar, Kudikan, Trosono, dan Besur.

Pembongkaran dilakukan terhadap tanggul-tanggul ilegal yang diduga selama bertahun-tahun menahan aliran air demi kepentingan tambak, sehingga distribusi air ke sawah warga menjadi tidak maksimal.

Akibatnya, banyak petani mengeluhkan debit air irigasi yang terus menurun dan berdampak pada produktivitas lahan pertanian.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekcam Sekaran Setiyo Budi, perwakilan PU SDA Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan, Ketua G-HIPPA DI Rawa Sekaran, Ketua IP3A Bengawan Njero, anggota Koramil 0812/16 Sekaran, Polsek Sekaran, hingga Satpol PP.

Serka Nursalim menegaskan keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut bertujuan memastikan proses normalisasi berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat petani.

“Kami ingin aliran air kembali normal sehingga seluruh lahan pertanian di tujuh desa bisa mendapatkan pasokan air secara merata,” ujarnya.

Menurutnya, kelancaran irigasi menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung hasil panen petani.

Warga pun menyambut positif pembongkaran tanggul liar tersebut. Mereka berharap distribusi air kini lebih adil dan tidak lagi terhambat kepentingan sepihak.

Normalisasi irigasi ini juga menjadi simbol kuatnya gotong royong antara masyarakat, pemerintah, dan aparat TNI dalam menyelesaikan persoalan pertanian di wilayah pedesaan.

Dengan saluran air yang kembali lancar, petani optimistis produktivitas sawah akan meningkat dan ancaman kekeringan saat musim tanam bisa diminimalisasi.

Di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, langkah bersama seperti ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun lewat kebijakan, tetapi juga kerja nyata di lapangan.

Kini, aliran air yang kembali mengalir di Rawa Sekaran dan Rawa Manyar membawa harapan baru bagi ribuan petani yang menggantungkan hidupnya pada sawah dan hasil panen. (ded)