Infotaiment

Transformasi Pendidikan Dimulai, Guru TK Bojonegoro Belajar Game dan AI Edukatif

amunisinews001
8845
×

Transformasi Pendidikan Dimulai, Guru TK Bojonegoro Belajar Game dan AI Edukatif

Sebarkan artikel ini
IMG 20260508 WA0014

BOJONEGORO – Ratusan guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Bojonegoro mengikuti workshop bertema transformasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata meningkatkan kemampuan guru menghadapi perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan anak usia dini.

Workshop yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Bojonegoro tersebut berlangsung di Ruang Angling Dharma Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kamis (7/5/2026).

Sebanyak 278 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru TK dari 10 kecamatan mengikuti pelatihan bertajuk

“Transformasi Pembelajaran di Era AI: Koding Anak, Game, Gambar, dan Video Edukatif”.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari IGTK PGRI Provinsi Jawa Timur dan menjadi penutup rangkaian program peningkatan kapasitas guru PAUD dan TK dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Zamroni, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital merupakan hal yang tidak bisa dihindari.

Karena itu, guru dituntut mampu mengarahkan penggunaan teknologi secara positif bagi anak-anak.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menyaring berbagai konten negatif yang beredar di dunia digital, mulai dari kekerasan hingga judi online yang berpotensi memengaruhi perkembangan anak usia dini.

“Workshop ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi ancaman apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan edukasi yang tepat.

Guru dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital, termasuk ancaman kekerasan seksual melalui media online.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Kuzaini, mengapresiasi semangat para guru TK yang mengikuti workshop hingga tuntas.

Menurutnya, kemampuan memahami teknologi digital kini menjadi kebutuhan penting bagi tenaga pendidik agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

“Sekarang semuanya serba digital. Kalau guru tidak mengikuti perkembangan, tentu akan tertinggal. Ini momentum penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.

Ketua IGTK PGRI Kabupaten Bojonegoro, Anita, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dan TK agar lebih kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar.

Dia menyebut perkembangan teknologi telah mengubah pola pendidikan abad ke-21. Guru kini tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga fasilitator yang mampu menumbuhkan kreativitas serta inovasi anak.

Menurut Anita, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membantu perkembangan kognitif dan sosial emosional anak apabila digunakan secara tepat.

Melalui workshop ini, para guru TK di Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin siap menghadapi era digital dan mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, aman, interaktif, serta ramah bagi anak usia dini. (yin)